Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Hj. Hanifa Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Persatuan
Pesawaran. Berswarafakta.Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan digelar di Desa Margomulyo Dua, Kecamatan Tigeneneng, Kabupaten Pesawaran, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Hj. Hanifa, S.E., Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PKB, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, kegiatan dibuka oleh Hj. Hanifa, S.E., yang menyampaikan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai landasan masyarakat dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam pemaparannya, wawasan kebangsaan tidak hanya dimaknai sebagai pengetahuan mengenai Indonesia, tetapi juga sebagai cara pandang dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menghargai keberagaman, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Sementara itu, ideologi Pancasila menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.
Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling menghormati, gotong royong, menjaga kerukunan, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta menghargai perbedaan merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber Ibu Agustina Royani dan Bapak Ahmad Faizi, S.Sos. Keduanya turut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya memperkuat karakter kebangsaan serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sosial.
Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, pemahaman terhadap ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan dinilai tetap penting agar masyarakat tidak mudah terpecah akibat perbedaan maupun informasi yang berpotensi mengganggu persatuan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis, demokratis, dan berkeadilan, dengan tetap menjunjung tinggi persatuan Indonesia.
(Endarsyah)
