Jalan Raja Basa Dikebut Jelang Kunjungan Presiden, Kementerian PU Turun Tangan
LAMPUNG TIMUR. Berswarafakta Perbaikan Jalan Raja Basa di Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, kini memasuki tahap percepatan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) turun tangan memperluas penanganan ruas jalan yang sebelumnya dikerjakan secara mandiri oleh PT Great Giant Pineapple (GGP) Plantation Group 4 (PG 4).
Dukungan pemerintah tersebut membuat cakupan pekerjaan meluas hingga Desa Plang Ijo, wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK).Selasa,29/09/2026.
Percepatan pembangunan jalan ini juga berkaitan dengan agenda kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke wilayah tersebut.
Kepala Bagian Legal dan CSR PT GGP PG 4, Anang Urbananto, mengatakan keterlibatan Kementerian PU turut mengubah spesifikasi teknis pekerjaan Jalan Raja Basa.
“Awalnya kami merencanakan konstruksi rigid concrete atau beton semen. Setelah ada penanganan dari Kementerian PU, spesifikasinya disesuaikan menjadi aspal hotmix dua lapis,” kata Anang.
Menurutnya, perubahan metode konstruksi tersebut dilakukan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan sehingga jalan dapat digunakan sesuai kebutuhan dan target waktu yang telah ditetapkan.
Aspal hotmix dua lapis dinilai memungkinkan proses pengerjaan berlangsung lebih cepat dibandingkan konstruksi beton semen. Penyelesaian fisik jalan ditargetkan rampung pada 15 Oktober 2026.
Bahkan, proses pengaspalan hingga pekerjaan akhir diproyeksikan selesai sekitar H-7 sebelum kunjungan kerja Presiden.
Cakupan Penanganan Diperluas
Masuknya Kementerian PU dalam penanganan Jalan Raja Basa juga memberikan ruang bagi PT GGP PG 4 untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.
Perusahaan selanjutnya dapat memfokuskan dukungan pada sejumlah titik lainnya, termasuk melakukan perataan serta peningkatan kualitas jalan di sepanjang jalur Delmonte.
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan infrastruktur sekaligus meningkatkan konektivitas masyarakat di wilayah Labuhan Ratu dan sekitarnya.
Terlebih, akses jalan menuju kawasan sekitar TNWK memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Anang berharap sinergi antara PT GGP PG 4 dan pemerintah tidak berhenti pada penanganan Jalan Raja Basa, tetapi dapat terus dikembangkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Harapannya, pola kolaborasi positif antara perusahaan dan pemerintah ini dapat terus dipertahankan sehingga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.
(Tim Berswarafakta)
